http://www.google.com/fonts/#UsePlace:use/Collection:Bad+Script BAIT HATI: January 2014

Thursday, 30 January 2014

Kubaca, kutulis, kuresapi, kumenepi



Kubaca kata-kata itu
Kutulis lagi agar tak lupa
Kuresapi menyingkap makna
Kumenepi, karena harus bertepi.

Kubaca kalimat-kalimat berbaris
Kutulis lagi penggalan-penggalannya
Kuresapi setiap rasa yang tertuang 

Kumenepi bila tak paham di dalamya

Kubaca kata dalam kalimatmu
Kutulis setiap penggalan indah yang tersirat
Kuresapi arah kemana tujuannya
Kumenepi karena kau pinta aku menepi

Kubaca dirimu tidak seperti aku membacaku
Kutulis pada lembar-lembar hati
Kuresapi biar nikmat kujalani
Kumenepi karena aku tersisih.


gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM7qJwCHQMQN8v_cvvK3HL7C5UrgtUuKLQH6148mwAtMTRAMnJFBp-O9OY20Nb0ZsAwTFHTpyPLbVQMfXD2Se9Duf7v5WiO24m-R7uJ6rS_B_7VrWdGSJe5kVrTziPO3H-xkQz4YbRGjI/s1600/rainy-day2q.jpg

Sampan



Kemana kau pergi pak?
Bukankah air itu sekarang sedang tak ramah?
Bukankah tidak ada lagi ikan yang dapat kau kail?
Bukankah kau memang sudah tak punya daya lagi mengendalikannya?

Nak...
Aku hanya melaksanakan apa yang harusnya dilaksanakan.
Aku hanya mengikuti panggilan rindu hati yang menggairahkan.
Aku hanya berusaha menyapa laut dengan senyumku
Aku hanya berharap aku lebih baik di laut daripada aku terdiam di daratan yang tak berpengharapan.

Tapi Pak!
Tidak ada tapi Nak.
Tapi itu hanya bagi mereka yang mau menipu kehidupan
Tapi itu hanya bagi mereka yang memilih tertidur lagi setelah bermimpi
Tapi itu hanya rangkaian 4 huruf yang sering menjerumuskan

Tapi Pak!
Sekali lagi tak ada tapi nak..
Tapi itu hanya rangkaian 4 huruyang dimaknai
Tapi itu hanya upaya pelarian agar kita dimaklumi
Tapi itu makhluk yang misterius tak sembarang orang dapat memahaminya.

Iya Pak.
Tenang Nak aku tak senekad yang kau pikirkan.


gambar : http://secondedition.files.wordpress.com/2008/11/bambooeasel_bluesampanforeground.jpg

“Karanglah” Aku

Aku dianggap pelindung 
Padahal aku sisa dari hempasan 
Aku  dianggap digjaya
Padahal aku tak  bergerak lagi 
Aku sering dianggap khiasan
Pantaskah aku disebut khiasan.

Aku adalah bongkahan itu
Walau bagianku adalah jasad-jasad
Namun mereka sudah tak bernyawa .

gambar : http://www.loyarburok.com/wp-content/uploads/2011/02/5392689414_957d40ae19.jpg

Nyanyian Camar




Nak...
Dalam malam yang tidak cukup pekat ini untuk sembunyi.
Aku berbisik padamu.
Aku hembuskan nafas mengelus jiwamu.
Untuk kau rasakan dan bukan kau dengarkan.

Nak....
Apalah arti kata yang disusun oleh huruf ini.
Jika makna yang tersirat terbawa hanyut oleh gelombang kehidupan yang sering tak terkira.
Jika kalimat yang tersusun hanya bongkahan batu yang membuat kita tidak bisa lagi melangkah.

Nak....
Pandanglah laut itu, jika kamu memang mampu melihatnya.
Rasakan debarannya bukan hanya sekedar riaknya.
Nikmati setiap cahaya yang terpantul darinya.
Bukan tetap berdiri di tempat teduhmu yang dibuat bagi mereka yang enggan bersama denganku.

Nak bangkitlah....
Tarik nafasmu biarkan dadamu terisi udara
Karena udara adalah nyawamu.

gambar : http://id.upphotos.net/wallpapers/2013/07/Burung-camar-Pantai-Cahaya-1080x1920.jpg