http://www.google.com/fonts/#UsePlace:use/Collection:Bad+Script BAIT HATI

Saturday, 16 January 2016

Haiku



11.  Lembaran awan
Hantaran jelang senja
Sejuk berpesta

12.  Sepanjang malam
Jangkrik tak pernah diam
Mengusir tikus

13.  Rumput menghijau
Anak-anak berlari
Mengejar angin

14.  Di sudut-sudut
Lampu menyala terang
Surya pun hilang.

15.  Hening di kolam
Batang kering menancap
Bunga yang tumbuh

16.  Akar mengering
Diam di dalam tanah.
Tinggalkan duri

17.  Senja tersenyum
Menyambut sinar bulan
Sujud bersyukur

18.  Tua meranggas
Menebar kekeringan
Benalu pohon

19.  Gerimis turun
Musim kemarau panjang
Debu mengepul

Friday, 19 December 2014

Terlempar Senyum

Ketika ku telah usai dengan lelahku
Pelan dan sangat ku untai pengharapan
Tentang cita dan segudang asa
Bahkan mirip seperti impian
Aku bilang, biarkan aku bermimpi
Jangan pernah kau bangunkan
Terlanjur suka aku dengan mimpiku
Lalu...
sekejap kau melempar senyum
Sekilas kau menebar harap
Mengaburkan mimpi-mimpi yang tertata rapi
Dan..
Kau hanya melambai tanpa berucap
Pergi dengan sebab yang tak kupahami
Tanpa pamit, serta salam perpisahan


161214

Tertikam Sunyi

Jarak yang sempit menikam sunyi 
Menunggu waktu di ujung remang
Di langit bermekaran harap
Pada hasrat hati terlanjur lebam.
Terantuk, terbentur ketakpastian
Menyekap awan, menelikung rembulan
Malamku tersekap tiada kesempatan.

Kemurahan angin

Akulah pohon yang ditinggalkan air mengalir ke laut lepas
Menanti setiap saat, menunggu setiap waktu
Menunggu kebaikan matahari
Menunggu kemurahan angin
Untuk menjatuhkannya kembali 
Mengaliri akar-akar yang memang merindunya
Hanya menanti
Tak bisa lebih

Menunggu

Aku hanyalah lembar-lembar berjalan
Yang terlihat jika sinarmu menemaniku
Aku tergeletak setiap saat
Menunggu tanganmu merengkuhku
hingga hatimu menjatuhkan tatapanmu padaku

Sepucuk Kasih

Separuh laraku tertimbun pada desiran angin yang tak terlihat
Menata kembali jalur sepi yang kini tertinggal pada awan yang mulai mau menangis
Tinggalah sepucuk kasih yang tersenyum sendiri
pelan terdengar menangis tanpa ragu, tersedu
Lalu berharap tangan lembut memapahnya 
Membawa suara yang tak pernah terdengar
Pada naluri dia merajuk, pada nalar dia berseru
Serpihan ini terlalu pelan
Menggelegar menyentuh relung
Hingga tak ada lagi suara yang mau menyapa diri
Terdiam


271014

Thursday, 6 March 2014

Jika kau ingin aku pergi



Jika kau ingin aku pergi,,
Buat apa kau sapa aku saat itu,
Dulu kau tersenyum saat kupinta
Kau sedikitpun tak menolak ketika kugenggam erat.
Lalu saat ini,
Ketika perjalanan meniti hari terus berganti
Tak terlihat bahagia menyertaimu.

Jika kau ingin aku diam
Dimana kau simpan senyum saat itu
Apakah karena hidup dirasa tidak berpihak
Lalu kau hilangkan rasa bahagia ketika saat pertama
Tersenyumlah…
Buatku cukup
Walau ku tahu
Aku belum cukup untuk kau banggakan.

jika kau ingin aku pergi..
aku percaya hidup tidak pernah salah


gambar : http://i1.trekearth.com/photos/21030/good-bye.jpg