Ketika ku telah usai dengan lelahku
Pelan dan sangat ku untai pengharapan
Tentang cita dan segudang asa
Bahkan mirip seperti impian
Aku bilang, biarkan aku bermimpi
Jangan pernah kau bangunkan
Terlanjur suka aku dengan mimpiku
Lalu...
sekejap kau melempar senyum
Sekilas kau menebar harap
Mengaburkan mimpi-mimpi yang tertata rapi
Dan..
Kau hanya melambai tanpa berucap
Pergi dengan sebab yang tak kupahami
Tanpa pamit, serta salam perpisahan
161214
Friday, 19 December 2014
Tertikam Sunyi
Jarak yang sempit menikam sunyi
Menunggu waktu di ujung remang
Di langit bermekaran harap
Pada hasrat hati terlanjur lebam.
Terantuk, terbentur ketakpastian
Menyekap awan, menelikung rembulan
Malamku tersekap tiada kesempatan.
Menunggu waktu di ujung remang
Di langit bermekaran harap
Pada hasrat hati terlanjur lebam.
Terantuk, terbentur ketakpastian
Menyekap awan, menelikung rembulan
Malamku tersekap tiada kesempatan.
Kemurahan angin
Akulah pohon yang ditinggalkan air mengalir ke laut lepas
Menanti setiap saat, menunggu setiap waktu
Menunggu kebaikan matahari
Menunggu kemurahan angin
Untuk menjatuhkannya kembali
Mengaliri akar-akar yang memang merindunya
Hanya menanti
Tak bisa lebih
Menanti setiap saat, menunggu setiap waktu
Menunggu kebaikan matahari
Menunggu kemurahan angin
Untuk menjatuhkannya kembali
Mengaliri akar-akar yang memang merindunya
Hanya menanti
Tak bisa lebih
Menunggu
Aku hanyalah lembar-lembar berjalan
Yang terlihat jika sinarmu menemaniku
Aku tergeletak setiap saat
Menunggu tanganmu merengkuhku
hingga hatimu menjatuhkan tatapanmu padaku
Yang terlihat jika sinarmu menemaniku
Aku tergeletak setiap saat
Menunggu tanganmu merengkuhku
hingga hatimu menjatuhkan tatapanmu padaku
Sepucuk Kasih
Separuh laraku tertimbun pada desiran angin yang tak terlihat
Menata kembali jalur sepi yang kini tertinggal pada awan yang mulai mau menangis
Tinggalah sepucuk kasih yang tersenyum sendiri
pelan terdengar menangis tanpa ragu, tersedu
Lalu berharap tangan lembut memapahnya
Membawa suara yang tak pernah terdengar
Pada naluri dia merajuk, pada nalar dia berseru
Serpihan ini terlalu pelan
Menggelegar menyentuh relung
Hingga tak ada lagi suara yang mau menyapa diri
Terdiam
271014
Menata kembali jalur sepi yang kini tertinggal pada awan yang mulai mau menangis
Tinggalah sepucuk kasih yang tersenyum sendiri
pelan terdengar menangis tanpa ragu, tersedu
Lalu berharap tangan lembut memapahnya
Membawa suara yang tak pernah terdengar
Pada naluri dia merajuk, pada nalar dia berseru
Serpihan ini terlalu pelan
Menggelegar menyentuh relung
Hingga tak ada lagi suara yang mau menyapa diri
Terdiam
271014
Subscribe to:
Posts (Atom)