Separuh laraku tertimbun pada desiran angin yang tak terlihat
Menata kembali jalur sepi yang kini tertinggal pada awan yang mulai mau menangis
Tinggalah sepucuk kasih yang tersenyum sendiri
pelan terdengar menangis tanpa ragu, tersedu
Lalu berharap tangan lembut memapahnya
Membawa suara yang tak pernah terdengar
Pada naluri dia merajuk, pada nalar dia berseru
Serpihan ini terlalu pelan
Menggelegar menyentuh relung
Hingga tak ada lagi suara yang mau menyapa diri
Terdiam
271014
No comments:
Post a Comment