Akulah pohon yang ditinggalkan air mengalir ke laut lepas
Menanti setiap saat, menunggu setiap waktu
Menunggu kebaikan matahari
Menunggu kemurahan angin
Untuk menjatuhkannya kembali
Mengaliri akar-akar yang memang merindunya
Hanya menanti
Tak bisa lebih
No comments:
Post a Comment