Sedari tadi aku hanya bisa tersenyum,
walau tampak guratan kecewa disenyumku.
Rintik-rintik air yang menetes di atas genting
masih tetap
menyisakan lembabnya bekunya siang ini.
Enkau kemudian menengok, lalu menatapku.
Seperti biasa tatapan tanpa warna,
kosong namun tetap mempesona.
Setidaknya itu yang selalu kunikmati dari tatapanmu.
"Kamu mau
kemana?" tanyaku.
Dia malah tersenyum walau tetap dengan senyum hampa.
"Kamu mau
kemana?" Kembali aku bertanya.
Kali ini dia tidak menatap,
dia hanya melangkahkan kakinya yang jenjang menyusuri
sisa-sisa air yang tergenang di jalan.
"Kamu mau
kemana?" Agak teriak aku bertanya.
Langkah gontai itu tidak bergeming melangkah hingga tak
terlihat lagi.
gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgijrb1TN9yrYPX4F1osLhJLTyXZcOQnYt7MKcsWAyZRZQGIaDQC5HRCSrVwk_7zYMSPa1Z9eMDnp4WA_zUPAnyx-ybbDw-yUJii_jY1_TeCQnyWv_wx0dDgvt5h5KupdewQdKFakNA9V7P/s200/6981-hujan.jpg

No comments:
Post a Comment